Hidayatullah Kaltim Dorong Kolaborasi Nasional dalam Menjaga Kelestarian Hutan
BALIKPAPAN -- Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Hidayatullah Kalimantan Timur, KH Hizbullah Abdullah Said, menegaskan bahwa kepedulian terhadap lingkungan hidup merupakan komitmen nasional Hidayatullah yang telah diwujudkan secara nyata di seluruh jaringan lembaganya di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan KH Hizbullah dalam agenda silaturahmi DPW Hidayatullah Kalimantan Timur bersama Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, yang berlangsung di Hotel Platinum Balikpapan, Ahad, 11 Ramadhan 1447 (1/3/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Hizbullah menjelaskan bahwa perhatian terhadap kelestarian alam tidak berdiri sebagai program insidental, melainkan telah menjadi bagian dari sistem pendidikan dan pengelolaan kelembagaan Hidayatullah secara nasional. Ia menyampaikan bahwa pembangunan kampus dan pesantren Hidayatullah dirancang dengan pendekatan alamiah, ilmiah, dan Islamiah yang menempatkan keseimbangan ekosistem sebagai prinsip utama.
“Secara regional di Kalimantan Timur, kami memberi perhatian khusus terhadap kelestarian hutan demi menjaga status Kalimantan, khususnya Kaltim, agar tetap menjadi paru-paru dunia. Karena itu, menjaga kelestarian hutan telah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan sejak usia dini di seluruh sekolah Hidayatullah Kaltim,” ujar KH. Hizbullah Abdullah Said.
Menurutnya, pendekatan pendidikan lingkungan tersebut diterapkan melalui pembiasaan sejak tingkat dasar hingga jenjang pendidikan lanjutan di lingkungan sekolah dan pesantren Hidayatullah. Upaya ini diarahkan agar kesadaran ekologis tumbuh bersamaan dengan pembentukan karakter peserta didik.
Dalam kesempatan yang sama, DPW Hidayatullah Kalimantan Timur juga menyampaikan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kehutanan serta berbagai pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah dalam program pelestarian hutan.
KH Hizbullah mengingatkan bahwa kontribusi Hidayatullah di bidang lingkungan telah berlangsung sejak lama, salah satunya ditandai dengan penghargaan Kalpataru yang diterima pada tahun 1984 dan diserahkan langsung oleh Presiden Soeharto sebagai bentuk pengakuan atas kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyambut positif inisiatif tersebut dan menilai keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan nasional. Ia menegaskan bahwa luas wilayah hutan Indonesia membutuhkan keterlibatan multipihak agar upaya pelestarian berjalan berkelanjutan.
“Kementerian Kehutanan selalu membuka ruang untuk berdiskusi dan bekerja sama. Langkah Hidayatullah Kaltim patut diapresiasi. Ke depan, peran ini bisa diperluas, tidak hanya di lingkungan pondok, tetapi juga menjangkau masyarakat luas, termasuk penanganan kawasan bekas tambang di Kaltim,” ujar Raja Juli Antoni.
Ia juga mempersilakan tindak lanjut kerja sama dilakukan melalui dinas teknis terkait agar program pelestarian hutan dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan konkret yang memberikan dampak luas bagi masyarakat dan lingkungan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Kehutanan, antara lain Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Dr. Mahfudz, Direktur Jenderal KSDAE Dr. Satyawan Pudyatmoko, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Dyah Murtiningsih, serta Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Catur Endah Prasetiani.
Usai agenda silaturahmi, rombongan DPW Hidayatullah Kalimantan Timur bersama Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud melanjutkan kegiatan ke Kampus Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman pohon secara simbolis, silaturahmi bersama warga pesantren, serta buka puasa bersama.
Silaturahmi ini dinilai sekaligus menegaskan ruang kerja sama terbuka antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga fungsi ekologis hutan sebagai aset strategis nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang memiliki peran penting dalam keseimbangan lingkungan global.[]
CHARLES YUSUF
