Semarak 80 Tahun Merdeka, Guru MI Ar Riyadh Bontang Rayakan dengan Kuliner Nusantara
BONTANG – Indonesia merdeka bukanlah hadiah cuma-cuma dari penjajah. Kemerdekaan ini lahir dari cucuran darah, keringat, dan air mata rakyat dari Sabang sampai Merauke.
Pada 17 Agustus 2025, bangsa ini resmi menapaki usia ke-80 tahun merdeka, sebuah momentum bersejarah yang senantiasa dirayakan untuk mengenang perjuangan heroik para pahlawan.
Di Bontang, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ar Riyadh Hidayatullah turut menyemarakkan perayaan ini dengan cara yang berbeda.
Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, para tenaga pendidik dan kependidikan sekolah tersebut menggelar acara “Semarak Hari Merdeka”. Uniknya, kegiatan diwarnai dengan penampilan kuliner tradisional dari berbagai daerah nusantara.
“Diharapkan acara ini dapat menciptakan suasana keakraban, serta mempererat persaudaraan antara sesama guru sebagai pondasi utama yang harus tegak dalam mengusung terwujudnya visi pendidikan yang unggul dan berdaya saing pada era globalisasi saat ini,” ujar salah satu panitia.
Kemeriahan tampak sejak pagi. Para asatidzah—sebutan untuk guru di madrasah—berkumpul dengan membawa makanan khas dari daerah asal masing-masing. Deretan menu tradisional memenuhi meja panjang, menggugah selera dan menghadirkan suasana kehangatan.
Lebih dari sekadar pesta kuliner, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk melestarikan budaya daerah yang kian relevan dengan perkembangan zaman.
“Selain menjadi wadah kebersamaan yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan, acara ini juga menjadi ajang melestarikan budaya daerah, menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa yang kaya akan budaya dan kuliner,” ungkap salah seorang guru.
Puluhan menu khas nusantara tersaji dengan beragam cita rasa. Mulai dari gurih, pedas, manis, hingga asam. Setiap hidangan memiliki cerita dan nilai budaya yang melekat.
Para guru tak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menjelaskan asal-usulnya, sehingga acara ini terasa sekaligus sebagai perjalanan kuliner dan sejarah.
Beberapa sajian yang sempat mencuri perhatian di antaranya makanan khas Jawa Timur dengan cita rasa pedas gurih yang menggugah selera, makanan khas Nusa Tenggara Barat (NTB) yang kaya akan rempah, makanan khas Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan karakter rasa unik, dan ada makanan khas Kalimantan Timur yang dekat dengan budaya setempat.
Berikutnya ada makanan khas Sulawesi Barat yang memanjakan lidah dengan aroma khas laut, makanan Khas Toli-Toli yang mewah namun penuh makna, makanan khas Bugis Bone yang identik dengan kekayaan cita rasa, dan makanan khas Bugis Sinjai yang gurih berpadu sempurna.
Suasana keakraban terlihat jelas. Tawa, canda, dan semangat kebersamaan membungkus perayaan ini. Para guru berfoto bersama dengan hidangan yang dibawa, menambah keceriaan sekaligus dokumentasi berharga.
Dengan perayaan sederhana namun penuh makna ini, MI Ar Riyadh Hidayatullah Bontang menunjukkan bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan dengan upacara, tetapi juga bisa diwujudkan dalam bentuk syukur, kebersamaan, dan pelestarian budaya.